Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, memberikan arahan kepada ratusan pelajar pada acara literasi keuangan, bertajuk “ Bank Kalsel Mengajar”, di SMA Negeri 6 Banjarmasin, Kamis (23/4/2026) ( Diskominfotik Banjarmasin)
https://www.instagram.com/seputar_kota_kalsel/?hl=enseputar-kota.com
Banjarmasin seputar kota.com - Bank Kalsel bersama Pemerintah Kota Banjarmasin, berkolaborasi menyelenggarakan Literasi keuangan bertajuk “ Bank Kalsel Mengajar” di SMA Negeri 6 Banjarmasin untuk membekali pelajar dengan pengetahuan, keterampilan, dalam mengelola keuangan secara bijak, seperti menabung, membuat anggaran, dan membedakan kebutuhan serta keinginan.
Selain itu pada kegiatan yang turut dihadiri oleh Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin, Direktur Kepatuhan Bank Kalsel, Kepala Cabang Bank Kalsel Banjarmasin, dan jajaran terkait lainnya ini, juga bertujuan untuk menciptakan generasi mandiri secara finansial, terhindar dari utang konsumtif, serta mampu mengambil keputusan keuangan yang bertanggung jawab sejak dini.
Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin, menekankan budaya literasi harus dijadikan kebiasaan, untuk menambah wawasan dan membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas.
“Tapi literasi tidak hanya sekedar membaca saja, tapi juga harus memahaminya, terimakasih kepada Bank Kalsel, Guru SMAN 6, Kepala Sekolah mohon kiranya terus semangat memberikan ilmu kepada adik adik kita, agar semakin maju,” ucap Yamin.
Lebih lanjut, Wali Kota Yamin menyampaikan, kegiatan ini menjadi ruang temu antara teknologi dan kebiasaan finansial. Pelajar diharapkan dapat cepat beradaptasi dengan teknologi sehingga dapat meminimalisir resiko kesalahan yang dapat menyebabkan kerugian.
“Kebiasaan pembayaran non-tunai membawa kemudahan bagi masyarakat, dari warung hingga pusat perbelanjaan, cukup dengan memindai kode QR, transaksi selesai. namun di balik kepraktisan itu, tersimpan celah yang kerap diabaikan,” ucap Yamin.
Menurut Yamin, banyak yang belum sadar terhadap risiko di balik kemudahan bertransaksi digital, ia pun mengingatkan agar para siswa dan masyarakat lebih waspada terhadap berbagai modus penipuan yang kini marak terjadi, mulai dari kode QR palsu, tautan hadiah jebakan, hingga penyalahgunaan data pribadi dan kode OTP.
“Sudah ada kasus QRIS di warung diganti pihak tak bertanggung jawab. Kalau tidak paham, siapa saja bisa jadi korban,” tambahnya.
Melalui program ini, pemerintah dan sektor perbankan mencoba menjawab persoalan tersebut dengan pendekatan langsung ke pelajar. Harapannya, mereka tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mengubah perilaku.
Tak berhenti pada isu keuangan, pada kegiatan ini Yamin juga menegaskan pentingnya pengelolaan sampah sebagai bagian dari tanggung jawab generasi muda. Ia mengajak pelajar mulai memilah sampah dari rumah dan sekolah serta mengolah sampah organik menjadi kompos.
“Cara kalian mengelola uang hari ini menentukan masa depan, begitu juga cara kalian memperlakukan lingkungan. Kalau dua hal ini dikuasai, kalian tidak hanya siap secara ekonomi, tapi juga menjaga keberlanjutan kota,” pungkasnya.
BACA JUGA :







Bank Kalsel Empat Tahun Berturut-Turut Bintang 5 TOP BUMD Awards



Iklan

Comments (0)
There are no comments yet